Calon Mendaftar pada Hari Terakhir

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman memprediksi bakal calon presiden dan wakil presiden akan mendaftar di hari terakhir pendaftaran. Menurut Arief, mereka kemungkinan besar baru mendaftar pada Jumat, 10 Agustus 2018. Hari ini, Senin (6/8) dipastikan tidak ada calon yang mendaftar. “Kalau melihat kultur kemarin saat pendaftaran bakal caleg DPRD, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/kota itu di hari terakhir, maka kemungkinannya pendaftaran capres-cawapres juga akan dilakukan di hari terakhir. Atau, paling cepat sebelum hari terakhir masa pendaftaran,” ujar Arief di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Minggu (5/8). Sampai Minggu (5/8), pihaknya belum menerima pemberitahuan dari parpol pendukung tentang pendaftaran capres-cawapres. Dengan itu, Arief memastikan Senin (6/8), tidak ada capres-cawapres yang mendaftar. “Artinya pada Senin (6/8) belum ada yang akan mendaftar.

Sebab, kami sebelumnya telah menyampaikan agar parpol memberitahu pada sehari sebelumnya jika akan ada capres-cawapres yang mendaftar ke KPU,” kata dia. Arief mengungkapkan pendaftaran harus dihadiri pasangan capres-cawapres. Selain itu, pendukung juga boleh hadir pada saat pendaftaran. Namun, KPU akan membatasi jumlah maksimal pendukung pasangan capres-cawapres yang masuk ke Gedung KPU. “Boleh masuk sekitar 170 orang. Nantinya, 50 orang pendukung boleh ikut ke dalam untuk mengantar pendaftaran. Sisanya 120 harus tetap berada di halaman KPU,” kata dia. Arief meminta para bakal capres dan cawapres tidak boleh terlalu lelah saat pendaftaran. Pasalnya, sehari setelah pendaftaran, paslon harus melakukan pemeriksaan kesehatan di rumah sakit yang sudah ditentukan KPU. Dijelaskan, calon butuh puasa beberapa jam sebelum pemeriksaan kesehatan. Karena itu, mereka tidak boleh mendaftarkan terlalu malam. “Kalau pemeriksaan kesehatan mulai pagi, sekian jam sebelumnya dia sudah harus istirahat, puasa,” katanya. Pemeriksaan kesehatan dilakukan di RSPAD. Kubu Prabowo Sementara itu, Anggota Badan Komunikasi Publik DPP Gerindra Andre Rosiade mengatakan, cawapres pendamping Prabowo Subianto sebagai calon presiden capres bakal diputuskan pada 8-9 Agustus 2018. Saat ini, para ketua umum partai politik koalisi pendukung Prabowo tengah mematangkan sejumlah hal teknis. “Tanggal 8 atau 9 Agustus ketum-ketum akan bertemu, rapat dan memutuskan siapa cawapres. Sekarang, sekjen partai pendukung sedang terus kerja matangkan visi misi dan tataran teknis,” kata Andre dalam diskusi survei nasional Roda Tiga Konsultan (RTK) bertema Capres-Cawapres dan Partai Politik Pemilu 2019 di Jakarta, Minggu (5/8). Sekjen Partai Demokrat Hinca IP Panjaitan meminta agar publik bersabar menanti cawapres.

“Bintangnya ini bukan lagi siapa capresnya, tapi siapa cawapresnya,” ujar Hinca. Ia menyatakan, partainya tidak pernah mengajukan nama tertentu kepada Prabowo. “Apakah kami tawarkan cawapres ke Pak Prabowo? Biarkan capres yang berdaulat penuh memilih siapa wakilnya. Tidak ada kata menawar -nawari. Sepenuhnya kami serahkan ke Pak Prabowo,” tegasnya. Pada kesempatan terpisah, koalisi pendukung Presiden Joko Widodo (Jokowi) tak jauh berbeda dengan kubu Prabowo. “Siapa cawapres Pak Jokowi? Semua ketum koalisi sudah serahkan itu ke Pak Jokowi,” kata Ketua Bidang Media dan Komunikasi Publik DPP Partai Nasdem Willy Aditya.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *