Johannes Kotjo Segera Disidangkan Bag2

Pengusaha ini diduga memasukkan anak usaha BlackGold, PT Samantaka Batu Bara, menjadi salah satu anggota konsorsium proyek yang dipimpin anak usaha PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), PT Pembangkitan Jawa-Bali. Selain itu, Johannes bertugas membagi-bagi jatah fee kepada sejumlah nama, termasuk kepada Eni sebesar Rp 4,8 miliar. Kuasa hukum Eni, Pahrozi, mengatakan Johannes dan kliennya kerap menghadiri sejumlah pertemuan pembahasan proyek PLTU Riau-1.

Menurut dia, salah satu pertemuan terjadi di BRI Lounge, yang hasilnya menetapkan besaran fee proyek sebesar 2,5 persen. Johannes terlibat dalam proyek tersebut setelah mantan Ketua DPR Setya Novanto memintanya berkomunikasi dengan Eni, pertengahan 2016. “Klien saya tidak tahu (Johannes) sudah memberi uang ke siapa saja,” ujarnya. Sedangkan Setya membantah terlibat dalam proyek pembangunan pembangkit tersebut. Senin lalu, penyidik KPK memeriksa Johannes sekitar dua jam sebagai tersangka. Seusai pemeriksaan, Johannes pergi tanpa bersedia berkomentar.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *