Tips Bisnis – Edukasi Masyarakat Dan Kas Bank

Bank pun memanfaatkan kendaraan untuk berbagai keperluan. Seperti terlihat beberapa bulan lalu menjelang lebaran, di lapangan IRTI Monas, Jakarta. Di tempat ini, tampak beberapa mobil kas bank yang menyediakan jasa penukaran uang. Dalam sehari, rata-rata jumlah yang menukarkan uangnya tembus 1.000 orang. Penukaran uang ini berlangsung dari tanggal 1 Juli hingga 25 Juli dari pukul 09.00 WIB -13.00 WIB (kecuali hari Sabtu dan Minggu, libur). Artinya, keberadaan mobil tersebut, bisa menjadi sarana promosi yang efektif bagi pihak perbankan untuk menancapkan brand di benak masyarakat. Tak heran jika berbagai bank memiliki mobil khusus ini. Seperti CIMB Niaga yang memiliki mobil kas sebanyak 15 unit (cimbniaga).

Sumber : Jasa Seo Semarang

Langkah serupa dilakukan oleh bank lainnya. Seperti bank Permata, BRI, BNI, BII, bank Muamalat, bank DKI, BTN, Danamon, bank Mega, BJB, Mandiri, BNI Syariah, dan BCA. Bukan hanya bank umum, bahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sengaja menyiapkan Si Mobil Literasi Keuangan (Si Molek). Yakni mobil khusus yang dioperasikan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat mengenai literasi keuangan, mendorong minat masyarakat untuk menggunakan produk dan jasa keuangan.

Pada tahun 2013, tingkat literasi (pemahaman) keuangan masyarakat Indonesia hanya 21,8% atau sebanyak 78,2% belum memiliki pemahaman mengenai produk atau jasa keuangan. Di sisi lain, pemanfaatan produk layanan keuangan hanya dinikmati 40,3% masyarakat. Sisanya 59,7% belum mengakses layanan lembaga keuangan formal. Berdasarkan hasil survei tersebut, OJK berfokus menggarap program edukasi dan perlindungan konsumen. Selain itu, peran Si Molek tak terlepas dari sokongan terhadap kerja Pemerintah (OJK) yang telah dituangkan dalam peluncuran Cetak Biru Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia pada 19 November 2013.

Gerai Kopi Dalam Combi

“Usaha ini saya mulai November tahun 2010. Dalam benak saya terbesit, banyak orang minum kopi di mall dengan harga mahal. Kenapa tidak, minum kopi di luar ruangan dengan harga terjangkau,” kata Rahadika Widya Nugraha (22), pemilik Coffee Combi di Bandung. Selain menjadi sebuah keunggulan, model bisnis seperti ini juga memiliki nilai strategis lain. “Mobil saya desain dengan brand. Jadi ketika mobil tersebut beroperasi, secara tidak langsung saya telah melakukan branding,”papar Dika. Di pinggir jalan, di kampus maupun di kawasan taman kota. Ide usaha ini tercetus karena Dika bersama kakaknya menemui kendala tempat ketika akan membuka usaha. Kedua pengusaha muda ini lalu mencari solusi di dunia maya. “Saya cari kesanakemari. Akhirnya menemukan model usaha jualan kopi dengan mobil,” kata Dika.

Akhirnya ia memutuskan mengadopsi model usaha tersebut dengan memodifikasi mobil VW Combi tahun 1873 Mengapa memilih mobil VW Karena selain mobil ini memiliki kapasitas besar, di Bandung populasi komunitas penggemar VW banyak. Dengan cara seperti ini Dika berharap bisa menarik simpati mereka, sekaligus merupakan bentuk pemasaran yang unik. Langkah modifikasi ini menelan biaya sekitar Rp 11 juta. Kafe mobil ini dilengkapi dengan mesin espresso tipe BTC (bean to cup). Untuk mengaktifkan mesin espresso dan menghidupkan sarana penerangan, VW combi ini dipasangi genset sebagai sumber energi. Soal modal, Dika mengaku menghabiskan dana kisaran Rp50 juta.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *